Cara Kerja Push Notification dan Pengertiannya Lengkap!

Cara Kerja Push Notification dan Pengertiannya Lengkap! – Jumlah pengguna smartphone telah melampaui 6 miliar di seluruh dunia pada tahun 2021. Hal ini diproyeksikan meningkat menjadi lebih dari 7,5 miliar pengguna di seluruh dunia pada tahun 2026 karena smartphone entry-level menjadi lebih terjangkau.

Dengan semakin banyaknya layanan penting yang berpindah ke smartphone, kini konsumen tidak memiliki banyak pilihan jika ingin memanfaatkan layanan seperti belanja seluler, perbankan seluler, dan lainnya.

Pada Juni 2009, Apple meluncurkan Apple Push Notification Service (APNS) untuk smartphonenya. Pengembang lain mengikuti, dan akhirnya, push notification menjadi bagian dari pengalaman smartphone.

Sebenarnya, apa itu pemberitahuan push? Apa arti dari push notification ini? Push notification telah menjadi alat pemasaran yang kuat untuk mendapatkan dan mempertahankan pengguna. Untuk memahami nilai dari push notification, mari kita lihat perbedaan antara push & pull notification serta cara kerjanya.

A. Beda Push dan Pull Notification

Untuk sistem notifikasi apa pun, ada dua komponen yang bisa ditemukan :

1. Aplikasi Klien

Aplikasi klien mengacu pada aplikasi tempat pengguna menerima pemberitahuan. Ini bisa berupa aplikasi smartphone atau aplikasi web. Disinilah pengguna dapat melihat dan berinteraksi dengan notifikasi.

2. Server Aplikasi

Server aplikasi adalah server web tempat aplikasi dihosting. Informasi yang terkandung dalam notifikasi berasal dari server ini.

Ketika pengguna harus memasuki aplikasi klien dan meminta informasi spesifik untuk menerima pemberitahuan dan informasi lainnya, itu adalah sistem pemberitahuan atau notification berbasis pull.

Pemberitahuan ini juga dapat dimulai oleh klien yang menggunakan perangkat lunak. Pull notification ini bekerja mirip dengan permintaan HTTP yang dikirim menggunakan browser web.

Koneksi antara server aplikasi dan aplikasi klien tidak selalu terbuka. Maka dari itu, pull notification paling sering kita gunakan untuk pemberitahuan tidak mendesak seperti pembaruan perangkat lunak dan komunikasi yang tidak penting.

Dalam sistem push notification, informasi serupa akan dikirim ke pengguna setelah informasi dibuat. Pengguna akhir tidak perlu secara aktif mencari informasi untuk menerima push notification karena notifikasinya akan dikirim langsung ke perangkat.

Biasanya, notifikasi seperti ini akan muncul dengan banner notifikasi pada dashboard sesuai dengan perangkat pengguna dan sistem operasi yang digunakan. Koneksi antara server aplikasi dan aplikasi klien selalu terbuka. Agar lebih lengkap lagi pemahamannya, mari kita bahas tentang cara kerjanya.

Baca Juga :

B. Bagaimana Cara Kerja Push Notifications

push notif

Push notification banyak digunakan di aplikasi smartphone. Sistem operasi smartphone biasanya memiliki sistem pemberitahuan sendiri yang dapat digunakan oleh pengembang, yang dikenal sebagai Operating System Push Notification Service (OSPNS).

Sistem operasi iOS dan Android memiliki OSPNS sendiri yang dapat digunakan pengembang untuk mengirimkan push notification.

Penerbit aplikasi perlu membangun aplikasi mereka (server aplikasi dan aplikasi klien) dengan OSPNS yang diaktifkan yang dapat terhubung dengan smartphone iOS dan/atau Android.

Untuk mendapatkan akses ke OSPNS masing-masing sistem operasi, penerbit aplikasi harus mendaftar ke layanan push notification untuk setiap OS.

Setelah mendaftar, pengembang kemudian menerima akses ke API untuk berkomunikasi dengan OSPNS. Kemampuan push notification kemudian dikemas dengan kode untuk aplikasi klien dan instans di server aplikasi.

Setelah pengguna menginstal aplikasi klien dari app store dari sistem operasi masing-masing, aplikasi dan perangkat didaftarkan ke OSPNS dengan ID yang unik. Hal ini bisa penerbit gunakan aplikasi untuk menyesuaikan layanan dan mendorong push notification ke pengguna yang berbeda.

Untuk mengirim push notification, penerbit aplikasi dapat memilih untuk membuat setiap pesan secara manual dan mengirimnya ke aplikasi klien atau menggunakan API OSPNS untuk mengirim pesan otomatis.

Pengembang juga dapat membuat alur kerja yang rumit untuk membuat pesan yang disesuaikan untuk masing-masing pengguna sesuai dengan parameter yang berbeda.

Parameter ini dapat mencakup demografi pengguna, status langganan, waktu, pola penggunaan, lokasi, dll. Penerbit aplikasi memiliki banyak fleksibilitas dalam cara menggunakan sistem push notification.

Kesimpulan

Itulah tadi pembahasan mengenai apa itu pemberitahuan push, perbedaannya dengan pull notification, dan juga cara kerjanya. Kami harap semoga informasi yang ada di artikel ini bisa membantu Anda. Apabila ada opini atau pertanyaan mengenai cara kerja push notification, kirimkan langsung di kolom komentar ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *