Apa Pentingnya Product Market Fit Untuk Startup?, Berikut Penjelasannya

Apa Pentingnya Product Market Fit Untuk Startup?, Berikut Penjelasannya –  Product market fit adalah konsep yang sering kita jumpai di dunia startup. Walaupun sudah sering digunakan dalam percakapan bisnis sehari-hari, namun masih banyak yang belum memahami bahkan menerapkan product market fit itu sendiri.

Pada masa seperti sekarang ini, sudah sepantasnya penggunaan product market fit lebih ditingkatkan karena memiliki korelasi yang dibutuhkan antara visi bisnis, produk, dan konsumen. Memahami betul product market fit akan memberikan Anda sejumlah keuntungan, seperti menciptakan produk yang memiliki nilai untuk konsumen, sekaligus pertumbuhan bisnis untuk jangka panjang.

Lalu apa sih product market fit itu?. Nah, pada artikel kali ini akan saya jelaskan secara lengkap tentang product market fit. Simak ulasannya berikut ini!.

Apa Pentingnya Product Market Fit Untuk Startup?, Berikut Penjelasannya

Product market fit adalah sebuah skenario di mana seorang konsumen melakukan pembelian, menggunakan, memberitahu orang lain tentang produk yang digunakan dalam jumlah yang cukup besar, sehingga perusahaan tersebut bisa tetap tumbuh dan mendapatkan benefit dari produk.

Sedangkan menurut Marc Andreessen, sosok yang memuat istilah product market fit dalam tulisannya “The Only Thing That Matters“, produk berarti memiliki posisi di pasar yang baik dengan produk yang bisa memuaskan pasar tersebut.

Anda sendiri pasti bisa merasakan jika sebuah product market fit jelek atau tidak berjalan baik, seperti apabila konsumen tidak dapat mendapatkan manfaat dari produk, promosi minim, penggunaan produk tidak berkembang, tidak memberi ulasan, dan banyak hal buruk lainnya.

Namun Jika yang terjadi adalah sebaliknya, atau ada manfaat dari produk, penggunaan produk berkembang, banyak ulasan, dan hal positif lainnya, berarti produk Anda cocok di pasaran.

Kenapa Product Market Fit Penting?

Untuk jawaban dari pertanyaan ini simpel, sebelum Anda yakin konsumen bersedia membayar untuk menggunakan produk perusahaan Anda, fokuslah pada sisi product market fit terlebih dulu. Jangan dulu memikirkan hal lain.

Product market fit bukan hanya pekerjaan rumah untuk para CEO, tim product, atau marketing. Hal ini merupakan tanggung jawab seluruh divisi di sebuah perusahaan, baik itu sales, business development, IT support, finansial, dan lainnya.

Baca Juga :

Bagaimana Cara Mengukur Keberhasilan Product Market Fit?

Sampai saat ini belum ada tolak ukur pasti apakah sebuah perusahaan bisa dibilang sukses dalam product market fit. Namun menurut venture capitalist Andrew Chen, beberapa sinyal bisa terlihat jika sebuah perusahaan memiliki produk yang cocok di pasar, seperti :

  • Konsumen menolak produk serupa di pasar, namun justru ingin mencoba produk Anda.
  • Saat test pengguna, apakah konsumen mengelompokkan produk Anda secara akurat dengan produk kompetitif lainnya yang sudah ada?.
  • Konsumen memiliki pemahaman mendalam tentang produk Anda serta manfaat propositionnya.
  • Bagaimana pendapat anda selaku pemiliki perusahaan yang menilai melalui sudut pandang konsumen membandingkan produk dengan produk yang sama milik para kompetitor di pasar yang sama?.

Yang dipaparkan Chen di atas mewakili campuran metrik kualitatif dan kuantitatif. Berikut contoh dari metrik kualitatif :

  • Skor NPS
  • Tingkat churn
  • Tingkat pertumbuhan
  • Saham

Serta metrik kualitatif yang meliputi :

  • Dari mulut ke mulut. Seperti yang dikatakan Andreesen, jika konsumen membicarakan produk Anda dengan orang lain, mereka secara tidak langsung, mereka juga menjadi sales bagi perusahaan Anda.
  • Undangan wawancara media atau analis industri, serta liputan tentang produk dan perusahaan.

Berdasarkan user testing dan survey, gunakan metrik di atas untuk mengukur apakah produk Anda menuju ke arah yang diharapkan atau tidak. Biasanya untuk sebuah startup, beberapa metrik kadang tetap saja kurang untuk mengukur keberhasilan produk.

Produk Anda harus memiliki tingkat kecocokkan yang tinggi dengan permintaan pasar. Jadi, penting untuk memahami apakah produk Anda sebenarnya solusi atau menambah beban bagi konsumen.

Bagi Anda para founder startup yang sudah mencapai tahap product market fit dan ingin terus berkembang, ada program Startup Studio Indonesia (SSI) yang Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI) selenggarakan.

Program tersebut dibuat untuk memfasilitasi startup digital yang sudah mencapai tahap product market fit dan memiliki founder yang potensial untuk menjawab masalah sulitnya mendapatkan sumber daya yang berkualitas dan pengembangan bisnis.

Program ini diusung untuk menciptakan ekosistem digital Indonesia yang kaya akan sumber daya potensial yang bisa diakses para founder dalam berinovasi untuk mendorong transformasi digital Indonesia.

Contoh Product Market Fit

  • Ketika konsumen menjadi sales person produk Anda. Saat konsumen anda sudah memahami betul manfaat dari produk Anda, itulah salah satu nilai plus untuk bisnis Anda.
  • Saat konsumen mulai membagikan pengalaman positif tentang produk Anda dengan orang lain sehingga mendapatkan konsumen baru, bisnis Anda sudah menggenggam product market fit di tangan.

Sampai disini sudahkah anda paham mengenai product market fit untuk startup?, jika belum, tuliskan di kolom komentar ya!.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *