oleh

Mengerikan, 5 Ritual Tolak Ukur Kedewasaan Berbagai Suku Di Dunia

Mengerikan, 5 Ritual Tolak Ukur Kedewasaan Berbagai Suku Di Dunia – Bagi masyarakat modern yang memiliki pola pikir maju,ukuran kedewasaan seseorang dilihat dari kemandiriannya. Hal ini berbeda dengan beberapa suku di belahan dunia yang mengukur kedewasaan seorang dengan hal-hal yang mengerikan bahkan membahayakan nyawa.

Dari banyak suku yang ada di dunia, ada beberapa suku yang mengukur kedewasaan seseorang dengan cara yang tidak biasa, bahkan terkenal sadis. Beberapa contohnya seperti yang telah dirangkum pada artikel berikut mengenai 5 ritual yang dianggap sebagai tolok ukur kedewasaan dari berbagai suku di dunia. Ada gak ya Indonesia?, doakan saja tidak ada. Langsung saja berikut ulasannya.

Ritual Tolak Ukur Kedewasaan Suku Bangsa Di Dunia

1. Land Diving

ritual land diving

Tradisi Land Diving merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan oleh suku pedalaman pentakosta. Ritual ini dilakukan para laki-laki yang siap menuju kedewasaan. Land Diving dilakukan dengan cara menaiki sebuah konstruksi tiang kayu yang tingginya mencapai 20-30 meter.

Mereka diharuskan melompat dari ketinggian tersebut hanya berbekal akar tanaman yang panjang tanpa perlengkapan penyelamat apapun. Bahkan pada bagian bawah juga tidak dilengkapi perlengkapan penyelamat. Ngeri sekali ya teman-teman.

2. Pengeluaran Darah

Ritual pengeluaran darah ini dilakukan di papua nugini dengan cara mengeluarkan darah dari hidung dan mulut dengan cara yang ekstrim. Ritual pengeluaran darah melalui mulut dilakukan dengan cara memasukkan tongkat kecil dan panjang ke dalam tenggorokkan hingga muntah darah.

Kemudian tongkat tersebut dimasukkan ke dalam hidung hingga mengeluarkan darah dan lendir dari hidung. Tidak berhenti sampai disitu, lelaki yang melakukan ritual ini harus menusuk lidahnya menggunakan panah sampai mengeluarkan darah. Terakhir, setelah proses pengeluaran darah kemudian para pemuda dipukuli. Bagi masyarakat suku Matausa, hal ini bertujuan untuk menguatkan mereka sebagai seorang prajurit.

3. Crocodile Scars

ritual crocodile scars

Masih Di Papua Nugini, ritual kedewasaan ini berasal dari suku sepik, Papua Nugini. Suku sepik menganggap buaya merupakan makhluk yang suci. Oleh karena itu para lelaki yang menuju usia dewasa harus menyayat kulit mereka, dan proses penyayatan dilakukan oleh ketua suku.

Bekas sayatan tersebut akan menimbulkan pola benjolan-benjolan kecil yang kasar seperti kulit buaya. Apabila kulit pada tubuh sudah membentuk layaknya kulit buaya, pemuda tersebut sudah dianggap sebagai pria dewasa. Mudah-mudahan jangan kulit wajah ya!.

Baca juga : Tempat Terpanas Di Bumi, No 1 Merupakan Rekor Terpanas Yang Pernah Ada.

4. Okipa

Di Amerika terdapat suku pedalaman yang bernama suku Mandan. Seperti suku yang telah dijelaskan di atas, suku ini juga melakukan ritual kedewasaan bagi pemudanya. Dalam ritual ini pemuda yang mulai memasuki usia dewasa diharuskan berpuasa selama 3 hari, hal ini dilakukan untuk membersihkan dirinya. Tidak hanya itu, pemuda yang melakukan ritual akan digantung tubuhnya dan dadanya ditusuk tanpa boleh berteriak. Sadis ya!!.

5. Bullet Ant Glove

ritual bullet ant

Terakhir yakni ritual dari salah satu suku di brazil. Brazil memang masih terkenal dengan adat budaya suku pedalamannya. Seperti pada suku satere mawe yang melakukan ritual tolak ukur kedewasaan yang tidak kalah ekstrim dengan suku lainnya. Ritual kedewasaan suku ini dilakukan dengan menangkap semut peluru dan memasukkannya ke dalam sarung tradisional khas suku satere mawe.

Kemudian para lelaki yang menjalani ritual ini memasukkan tangannya ke dalam sarung tangan tersebut hingga 10 menit. Dalam ritual ini para lelaki dilarang berteriak. Padahal semut ini merupakan semut dengan gigitan paling sakit di dunia. Bahkan dikatakan bahwa sakit dari gigitan semut ini bisa bertahan hingga 24 jam.

Demikian artikel mengenai ritual tolak ukur kedewasaan dari berbagai suku di dunia. Melihat ritual yang dilakukan suku-suku di atas seharusnya kita bersyukur telah berada di luar nilai adat dan bukan bagian dari suku-suku tersebut. Sebab selain membahayakan ritual-ritual tersebut juga dapat mengancam nyawa.

Meskipun begitu, hal tersebut merupakan suatu nilai dan budaya yang telah dilakukan turun temurun. Sebagai manusia yang hidup berdampingan ada baiknya kita menghargai keberadaan dan ritual yang dipercaya suku-suku tersebut. Sekian, semoga artikel ini bisa menghibur anda, bagikan ke teman kalian lainnya ya teman-teman!.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *