Apa itu Airdrop dalam Dunia Kripto? Ini Penjelasannya!

Apa itu Airdrop dalam Dunia Kripto? Ini Penjelasannya! – Dalam dunia kripto banyak sekali istilah yang ada, seperti trading, dyor, long, short, dan masih banyak lagi.

Salah satu istilah yang sering disebutkan adalah Airdrop. Sebagian orang menyebutnya sebagai uang gratis di kripto, namun sebenarnya tidak seperti itu.

Banyak orang yang kaya hanya dengan airdrop, berikut penjelasan lengkap tentang airdrop yang wajib anda pahami sebelum terjun ke dunia kripto, apalagi airdrop.

A. Apa itu Airdrop dalam Dunia Kripto? Ini Penjelasannya!

Airdrop adalah pemberian aset kripto atau digital secara gratis yang diberikan pada sebagian orang atau komunitas setelah dia melakukan tugas tertentu.

Tugas tersebut bisa berupa follow social media, mengerjakan testnet (mencoba fitur-fitur projek tersebut), hingga menjalankan node. Dalam prosesnya airdrop akan dikirim langsung ke wallet penerima.

Airdrop ada yang full gratis, ada airdrop berbayar, yang sering disebut retroactive airdrop.

B. Mengapa Air drop Ada?

mengapa airdrop ada?

Dengan adanya airdrop atau pemberian token gratis ini bertujuan agar pengguna mengetahui projek tersebut, berminat menggunakannya di masa depan, dan bisa juga bagian dari marketing.

Semakin ramai yang mengerjakan airdrop dari projek tersebut, artinya projek kripto tersebut sangat diminati. Tidak heran jika airdrop yang sangat hype bisa menghasilkan kurang lebih Rp 10 juta untuk setiap pengguna.

Baca Juga :

C. Jenis – Jenis Airdrop

1. Standard

Jenis airdrop yang mengharuskan pengguna untuk mendaftar. Agar bisa mendapatkan informasi anda bisa berlangganan newsletter melalui situs projek airdrop. Biasanya, anda hanya perlu mendaftarkan nama dan alamat email saja untuk mengikuti airdrop jenis ini.

2. Bounty

Anda hanya perlu men-tweet tautan situs web dan mengajak followers di media sosial untuk berpartsipasi dalam acara yang diadakan oleh pemberi airdrop. Ketika berhasil menjalankan tugas ini, maka anda berhak mendapatkan aset yang dijanjikan.

3. Holder

Ini adalah cara yang mengharuskan anda untuk memiliki aset kripto dalam jumlah tertentu dan disimpan dalam digital wallet.

Misalnya anda menyimpan 100 USDT dan anda akan memperoleh jumlah airdrop sesuai rasio yang sudah ditetapkan.

4. Retroactive

Jenis airdrop yang wajib mengeluarkan uang untuk mendapatkannya, seperti melakukan bridge token antar chain, melakukan swap, membeli token lalu stake, dan masih banyak lagi.

Jenis airdrop ini biasanya memiliki reward paling tinggi.

D. Cara Menghindari Airdrop Scam

  • Jika mereka meminta private key wallet anda, maka hindari
  • Siapkan wallet baru untuk berjaga jaga apabila jika projek kripto itu scam.
  • Lihat komunitasnya (biasanya di telegram) jika ramai maka dipastikan itu aman.
  • Lihat banyak atau tidak orang yang mengerjakannya.

Nah, jadi itulah penjelasan lengkap apa itu airdrop, mengapa harus ada, jenis, hingga cara menghindari scam dalam dunia airdrop.

Sekian informasi ini, semoga bermanfaat. Jika ada tambahan, anda bisa menuliskannya di kolom komentar!.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *