7 Kesalahan Yang Terjadi Saat Berdagang Valas, Simak Baik – Baik!

7 Kesalahan Yang Terjadi Saat Berdagang Valas, Simak Baik – Baik! – Pasar valas tergolong pasar investasi yang begitu mudah diikuti oleh berbagai kalangan. Anda bahkan tak perlu latar belakang sebagai seorang profesional untuk berpartisipasi dalam sektor investasi ini. Meski demikian, ini tidak berarti bahwa Anda bisa melakukan segalanya dengan semaunya.

Karena hal ini justru akan meningkatkan peluang merugi. Salah satu langkah terbaik yang bisa kami sarankan bagi Anda adalah menghindari beberapa kesalahan yang kerap terjadi. Berikut beberapa diantaranya.

Kesalahan Yang Terjadi Saat Berdagang Valas

1. Gagal Mengantisipasi Dampak Berita

analisa fundamental

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan langkah yang satu ini. Hanya saja, jika Anda hanya bergantung pada mengantisipasi berita yang akan keluar dan tidak merencanakan apapun setelahnya, hal ini bisa berbalik menjadi bumerang bagi Anda sendiri.

Bahkan jika Anda sudah menguasai betul cara berinvestasi lewat platform pilihan Anda lewat berbagai sumber yang ada, misalnya cara pakai Metatrader 4, hal ini tidak akan berpengaruh banyak jika Anda tidak menyiapkan strategi yang tidak cukup baik untuk mengantisipasi hal yang akan terjadi setelah berita tersebut disampaikan.

2. Salah Memilih Pialang

Melakukan deposit ke pialang valas adalah transaksi terbesar yang Anda lakukan dalam dunia perdagangan valas. Jika hal ini tidak dilakukan dengan tepat, hal ini bisa berdampak pada hilangnya semua dana investasi yang Anda miliki.

Oleh karenanya, luangkan waktu Anda untuk memilah-milah broker yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Ada beberapa hal yang bisa Anda jadikan petunjuk untuk menemukan pialang yang tepat.

Pertimbangkan hal yang ingin Anda capai dari investasi valas ini, penawaran yang disuguhkan pihak pialang, gunakan sumber terpercaya untuk mempelajari latar belakang pialang, uji kualitas layanan pialang dengan dana kecil terlebih dahulu, serta jangan mudah tergiur dengan bonus yang terlalu mencolok.

3. Hanya Bergantung Pada Data Fundamental

Saat ini, Anda bisa dengan mudahnya terjebak pada kondisi bimbang akibat salah memperoleh informasi, terutama terkait dengan data analisis fundamental.

Tak jarang pula trader terjebak pada kesalahan karena beranggapan bahwa gambaran fundamental jangka panjang akan berdampak pada kondisi pasar valas pada jangka pendek hingga menengah.

Meski patut diingat bahwa data fundamental memegang peranan penting dalam investasi valas, hal ini tidak serta merta menjadikannya sebagai satu-satunya sumber data yang harus Anda percayai.

Bahkan jika belajar dari pengalaman trader lainnya, data fundamental akan sangat berbahaya jika Anda terapkan untuk perdagangan valas jangka pendek. Hal ini akan menyebabkan munculnya pemahaman terhadap kondisi pasar serta mau tidak mau mengubah strategi investasi Anda di awal. Akibatnya, risiko Anda merugi akan semakin besar.

Baca Juga :

4. Bertransaksi Tanpa Rencana

no plan

Sebuah rencana perdagangan mencakup seluruh strategi yang akan Anda terapkan dalam berinvestasi. Idealnya, rencana Anda harus memuat pasar valas yang akan Anda ikuti, rentang waktu, analisis yang Anda lakukan, dan langkah yang akan Anda terapkan.

Di samping itu, rencana Anda juga harus memuat manajemen risiko yang kuat serta kondisi ketika Anda harus mulai dan berhenti melakukan perdagangan.

Jika Anda tidak memiliki rencana seperti ini, sama artinya dengan Anda melangkah tanpa kepastian. Akibatnya, peluang Anda merugi akan sangat besar. Hindari hal semacam ini terjadi dengan membangun strategi atau rencana yang benar-benar matang dan berdasarkan data serta analisis yang komprehensif terhadap kondisi pasar.

5. Nafsu Ingin Cepat Kaya

Jangan bernafsu untuk kaya dalam semalam, hal ini merupakan suatu hal yang salah dan harus dihindari oleh seorang trader, terutama trader pemula. Jika anda dikuasai nafsu ketika bermain valas atau forex, tidak lama anda akan rugi, baik dalam jumlah kecil maupun besar.

Nafsu ini akan merujuk pada penggunaan lot yang besar dan tidak sesuai dengan modal yang ada. Penggunaan lot yang besar dan tidak sebanding dengan modal akan lebih cepat menggerus leverage, dan akibatnya anda bisa saja margin call/MC.

Baiknya, anda bisa melakukan transaksi valas 1 persen dari seluruh modal atau equitas, maksimal bisa 5 sampai 10 persen, dan sisanya digunakan untuk menahan floating.

6. Tidak Mau Belajar, Yang Dicari Cuma Untungnya Saja

Kebanyakan trader valas hanya ingin mencari untungnya saja tanpa mau belajar. Bagaimana caranya mereka dapat uang cepat tanpa mempedulikan apapun.

Untuk bertahan di forex ini merupakan hal yang susah, dan sebenarnya anda bisa bertahan dengan belajar dan memahami satu demi satu materi yang ada.

Semakin anda belajar dan memahami tentang dunia valas, maka anda bisa semakin lama bertahan di dunia forez.

7. Tidak Menggunakan Stop Loss

stop loss forex

Yang terakhir, dan ini juga merupakan salah satu hal yang keliru dan masih banyak dilakukan trader. Mereka berpikir bahwa posisi mereka yang floating minus itu akan kembali ke posisi waktu membuka transaksi, karena hal ini banyak trader tidak menggunakan stoploss, dan pada akhirnya floating menjadi lebih besar dan Margin call.

Tapi ada juga keadaan di mana posisi sudah memasang stoploss, setelah terkena stoploss posisi tersebut akan kembali lagi dan hal ini memang sangat menyebalkan. Namun tetap pasang stoploss, karena ini akan membuat kerugian anda menjadi kecil.

Itulah beberapa kesalahan yang terjadi saat berdagang valas dan sering dilakukan oleh banyak trader. Mungkin anda adalah salah satu yang melakukan hal di atas?, hmmm anda bisa meninggalkan kebiasaan buruk tersebut.

Oke, semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua, khususnya bagi para trader.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *